Akuntansi Biaya dan Manajemen

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Setelah mempelajari dan memahami bab ini, mahasiswa akan mampu :

1.      Menjelaskan tentang akuntansi biaya, departemen biaya, dan peran akuntansi.

2.      Menjelaskan tentang proses manajemen sebagai tiga kegiatan yang saling berhubungan terkait dengan: perencanaan, pengorganisasian, dan kontrol.

3.      Mengidentifikasi dan membedakan tiga jenis rencana: jangkauan pendek, jarak jauh, dan strategis.


1     Akuntansi Biaya

Definisi Akuntansi Biaya

Suatu proses pengumpulan, pencatatan, klarifikasi, menganalisis biaya yang digunakan dalam organisasi untuk menghasilkan barang melalui proses produksi atau jasa dan mengkomunikasikan.

 

Definisi Akuntansi Biaya Menurut Para Ahli :

Menurut Kholmi dan Yuningsih (2009)

Akuntansi biaya adalah suatu proses pencatatan, penggolongan, peringkasan dan melakukan penyajian atas biaya pembuatan dan penjualan suatu produk atau jasa, dengan menggunakan cara tertentu dan memberikan suatu penafsiran.

Menurut Carter dan usry

Akuntansi biaya adalah suatu perhitungan biaya yang memiliki tujuan untuk merencanakan dan mengendalikan, memperbaiki kualitas dan efisiensi serta membuat keputusan yang rutin.

Menurut Bastian  dan Nurlela (2006)

Akuntansi biaya adalah suatu bidang dalam akuntansi yang mempelajari bagaimana cara untuk melakukan pencatatan, pengukuran, dan melakukan pelaporan atas informasi biaya yang telah digunakan.

 

Fungsi Akuntansi Biaya

- Digunakan dalam perhitungan dari harga pokok produksi yang menghasilkan barang atau jasa.

- Membuat harga pokok produksi yang lebih jelas dan terperinci.

- Menjadi suatu informasi yang dapat digunakan untuk penyusunan dan perencanaan pembiayaan.

- Memberikan informasi kepada bagian manajemen untuk pengendalian perusahaan.

 

Tujuan Akuntansi Biaya

- Sebagai sumber informasi yang berhubungan dengan aktivitas perusahaan.

- Mempermudah pengambilan keputusan oleh manajemen.

- Mempermudah perencaaan operasional perusahaan.

- Menetapkan dan mengendalikan biaya produksi yang efisien.


1.2 Departemen Biaya

          Suatu departemen yang bertanggung jawab atas kegiatan suatu perusahaan dengan cara mengumpulkan, menyusun, dan memberikan informasi. Menganalisis biaya, melaporkan hasil kinerja, dan memberikan data kepada manajemen untuk pengambilan keputusan.

 

 

1.3 Peran Akuntansi Biaya

          Akuntansi  biaya merupakan suatu hal yang dibutuhkan manajemen dalam melakukan akitivas di suatu organisasi. Berikut ini merupakan peran dari akuntansi biaya :

- Menyusun dan melaksanakan suatu anggaran yang digunakan dalam operasional perusahaan dengan biaya  yang   ekonomis dan efisien.

- Menetapkan metode penetapan biaya yang akan digunakan.

- Menghitung biaya yang digunakan perusahaan secara rutin.

- Digunakan untuk merencanakan kenaikan dari pendapatan dan mengurangi biaya.

- Mengontrol jumlah persediaan yang dimiliki.

- Menetapkan suatu metode dan prisedur yang akan digunakan untuk penetapaj biaya, pengendalian biaya, dan perbaikan mutu.

- Memilih alternatif dalam jangka pendek dan jangka panjang yang akan dapat mengubah pendapatan dan biaya.

 

Penganggaran (Budgeting)

          Suatu rencana yang dibuat secara tertulis oleh manajemen yang berisikan tentang biaya yang terjadi karena suatu akivitas dalam perusahaan yang menghasilkan suatu produk atau jasa dalam suatu periode. Untuk mengevaluasi pencapaian kerja pada setiap bagian di perusahaan. Dapat menciptakan suatu hubungan yang harmonis antar manager dan pekerja. Penganggaran memiliki suatu peran penting yang dapat mempengaruhi perilaku antar individu maupun kelompok.

 

Pengendalian Biaya (Controlling Cost)

           Suatu sistem akuntansi yang melakukan pertanggungjawaban dan dirancang untuk mencapai tujuan perusahaan. Melakukan identifikasi dan mengendalikan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk meningkatkan keuntungan. Mengurangkan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan dengan cara menetapkan biaya standar dan dibandingan dengan biaya yang sebenarnya terjadi.

 

Penetapan Harga (Pricing)

           Suatu kegiatan yang dilakukan untuk menetapkan harga. Menentukan besar harga yang akan digunakan untuk penjualan suatu produk atau jasa. Manajemen harus memastikan pengembalian biaya dan keuntungan. Dalam kondisi normal hingga kondisi yang  merugikan perusahaan.

 

Menentukan Keuntungan (Determining Profits)

            Akuntansi biaya dapat digunakan untuk menghitung laba dari biaya yang digunakan  dan pendapatan selama satu periode.

 

Memilih diantara Alternatif (Choosing among Alternatives)

Akuntansi biaya memberikan informasi tentang perbedaan pendapatan dan biaya yang mungkin terjadi dari tindakan alternatif. Berdasarkan informasi yang didapat, manajemen dapat membuat keputusan jangka pendek, memasuki pasar baru, mengembangkan produk dan menghentikan produk. Informasi biaya dapat diandalkan dan sangat penting untuk keberhasilan perusahaan. Dengan adanya informasi biaya ini, dapat berperan penting dalam mengindentifikasi, mengevaluasi dan memilih strategi untuk organisasi.

 

Akuntansi Biaya dan Teknologi Maknufaktur (Cost Accounting and Manufacturing Techlonogy)

Sistem komputerisasi dengan menggunakan mesin yang dikendalika oleh robot dapat menghasilkan padat modal. Dengan adanya teknologi dapat mengubah sifat biaya produksi. Teknologi juga dapat membuat perusahaan lebih sedikit menggunakan tenaga kerja dan dapat meningkatnya biaya tetap.

 

1.4 Penerapan Akuntansi Biaya di Perusahaan

1.      Perusahaan Jasa

Perusahaan jasa memberikan layanan penuh kepada pelanggan. Proses akuntansi pada perusahaan jasa dimulai ketika melakukan persiapan untuk memberikan jasa hingga pembayaran atas jasa yang telah dikerjakan. Laporan keuangan perusahaan jasa hanya menampilkan data dari harga pokok penjualan saja. Data tersebut dapat digunakan untuk pengambilan keputusan yang dilakukan oleh manajemen.

 

2.      Perusahaan Manufaktur

Pada perusahaan manufaktur proses akuntansi dimulai ketika membeli bahan pokok, melakukan produksi yaitu mengolah bahan baku hingga menjadi suatu produk atau barang dan mengirimkan produk yang siap di jual.

 

3.      Perusahaan Dagang

Pada perusahaan dagang kegiatan yang dilakukan yaitu penjualan barang dan mendistribusikan barang  kepada konsumen perusahaan. Ada 2 macam distribusi barang yaitu:

 

1.      Distribusi langsung

Jika secara langsung, distribusi barang tanpa adanya perantara yaitu perusahaan langsung mendistribusikan barang kepada konsumen.

 

2.      Distribusi tidak langsung

Jika secara tidak langsung, distribusi barang dilakukan melalui perantara atau bisa disebut dengan distributor. Distributor mendistribusikan atau menjual  barang kepada konsumen.

Di dalam perusahaan dagang memiliki 4 unsur akuntansi keuangan yaitu:

-          Arus keluar kas (Seluruh biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan )

-          Arus masuk barang (barang yang telah dibeli perusahaan dan siap untuk diperdagangkan)

-          Arus masuk kas (pendapatan yang didapatkan atas penjualan barang)

-          Arus keluar barang (barang yang dijual oleh perusahaan)

 

Berikut ini merupakan akun-akun yang digunakan oleh perusahaan jasa:

-          Harga pokok penjualan

-          Persediaan

-          Pemasaran

-          Penjualan

-          Pembelian

-          Potongan pembelian

-          Potongan penjualan

1.5 Manajemen

Manajemen terdiri dari 3 kelompok :

1.      Manajemen operasi

2.      Manajemen menegah

3.      Manajemen eksekutif

 

Perencanaan (Planning)

Dalam perencanaan, manajemen membangun program operasi yang terperinci yaitu proses melakukan peluang, ancaman dari eksternal, menentukan tujuan dan mengunakan sumber daya untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Perencanaan dibutuhkan partisipasi dan koordinasi dari semua bagian. Menghasilkan barang atau jasa dengan kualitas yang baik, memiliki suatu nilai, menggunakan biaya, harga, dan melakukan tanggung jawab sosial ini merupakan cara untuk memaksimalkan keuntungan pada suatu perusahaan. Perencanaan terdiri dari 3 macam yaitu:

1.      Rencana strategis (Stategic planning)

Tingkat manajemen tertinggi merumuskan rencana stategis, dengan cara mengambil suatu pandangan yang luas terhadap perusahaan dan lingkungan perusahaan. Dimulai dengan mengidentifikasi suatu ancaman dan melihat peluang dari pihak eksternal. Hasil dari keputusan rencana strategis dapat membentuk sifat dari perusahaan pada masa depan, produk, pelanggan dan semua yang memiliki potensi untuk merubah lingkungan eksternal.

 

2.      Rencana jangka pendek (Short-range plans)

Rencana jangka pendek sering disebut juga dengan anggaran. Melakukan persiapan pelaporan keuangan yang dianggarkan untuk tanggal yang akan mendatang secara terperinci. Menyusun rencana untuk periode satu bulan, kuartal atau setahun dengan cara yang sistematis, terukur, menggunakan istilah keuangan, dan fokus terhadap organisasi itu sendiri.

 

3.      Rencana jangka panjang (Long- range plans)

Rencana jangka panjang sering disebut juga dengan anggaran jangka panjang. Anggaran biasanya diperpanjang hingga tiga sampai lima tahun. Rencana jangka panjang merupakan suatu langkah yang menegah antara rencana jangka pendek dan rencana strategis. Titik awal rencana jangka panjang yaitu merevisi dan menyempurnakan pada bagian awal perencanaan.

 

Pengorganisasian (Organizing)

Suatu cara membentuk kerangka kerja pada kegiatan yang akan dilakukan. Pengorganisasian membutuhkan unit fungsional ke dalam struktur yang telah dikoordinasi, menugaskan otoritas dan memberi tanggung jawab kepada individu. Memotivasi seseorang bekerja sama untuk memajukan perusahaan merupakan upaya pengorganisasian dalam suatu perusahaan. Organisasi melibatkan pembentukan divisi yang fungsional, departemen, dan bagian atau cabang.

 

Kontrol (Control)

Kontrol adalah suatu upaya sistematis yang dilakukan oleh manajemen untuk mencapai suatu tujuan. Memantau kegiatan yang dilakukan secara terus-menerus untuk melihat hasil yang tetap sesuai dengan batas yang diinginkan. Melihat hasil yang aktual dari kegiatan, melakukan perbandingan dengan rencana, jika ada perbedaan yang signifikan maka diperlukan pencatatan dan suatu tindakan untuk melakukan perbaikan. Informasi keuangan dan aktivitas kontrol yang berkelanjutan dapat dijadikan suatu informasi yang menjadi dasar tindakan.

 

Diagram kontrol










Otoritas, Tanggung Jawab dan Akuntabilitas (Authority, Responsibility, and Accountability)

-          Otoritas adalah suatu kekuatan yang mendorong seseorang untuk atau tidak melakukan kegiatan. Otoritas merupakan suatu kunci untuk pekerjaan manajerial dan menjadi dasar tanggung jawab.

-          Tanggung jawab merupakan suatu kewajiban berkaitan dengan otoritas. Terutama hubungan antara atasan-bawahan yang dimana atasan memiliki wewenang untuk meminta orang lain memberikan pekerjaan khusus.

-          Akuntabilitas yaitu melaporkan hasil yang telah dilakukan kepada otoritas yang lebih tinggi.

 

Bagan Organisasi (The Organization Chart)

Fungsi dari bagan organisasi adalah menunjukkan posisi manajemen utama, membantu mendefinisikan otoritas, tanggung jawab dan akuntanbilitas. Bangan organisasi sangat penting bagi akuntansi biaya untuk melaporkan tanggung jawab antar individu. Akuntansi pertanggung jawaban yaitu merupakan suatu pengembangan dari organisasi perusahaan bagian sistem biaya yang mengarah pada anggaran dan pelaporan.

Bagan organisasi sebagian besar didasarkan pada konsep staf lini. Asumsi pada konsep ini adalah semua posisi atau unit fungsioanal dapat dikategorikan ke dalam kelompok yang membuat keputusan, staf yang memberikan saran dan melakukan fungsi teknis.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Struktur organisasi berdasarkan konsep staf lini


 

1.6 Partisipasi Pengendalian dalam Perencanaan dan Kontrol (The Controller’s Participation in Planning and Control)

Manajemen berpartisipasi dalam melakukan perencanaan maupun pengendalian. Efektivitas kontrol tergantung dari kontrol yang dilakukan. Manajer eksekutif merupakan pengontrol yang  bertanggung jawab atas  fungsi akuntansi. Manajer eksekutif melakukan koordinasi informasi kepada manajemen. Pengontrol menghasilkan laporan kinerja yang dapat digunakan untuk memberi nasihat kepada manajemen lain tentang aktivitas atau tindakan yang pelu dilakukan. Manajer harus memberikan informasi tentang aktivitas yang perlu menggunakan tindakan korektif. Pengontrol memberikan informasi untuk rencana di masa depan dan mengendalikan aktivitas yang dilakukan.


 

 

Comments